TIDORE – Kebijakan strategis Wali Kota Tidore Kepulauan dalam mendorong percepatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) terbukti ampuh menstabilkan ekonomi masyarakat pada Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dampak pencairan THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK, PPPK Paruh Waktu, hingga tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kota Tidore ini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan dalam waktu singkat.
Hal ini tidak lepas dari instruksi Wali Kota agar para pegawai memprioritaskan belanja di dalam wilayah Kota Tidore Kepulauan guna meningkatkan pendapatan UMKM lokal.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tidore, Yakub Husain, menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah guna menjamin kesejahteraan pegawai.
”Meskipun dana transfer dari pemerintah pusat belum masuk, Pak Wali memerintahkan kami untuk memprioritaskan THR pegawai. Kami langsung mempercepat proses pencairan yang bersumber dari APBD Kota Tidore,” ungkap Yakub, Senin (23/3/2026).
Berkat kebijakan tersebut, empat hari menjelang lebaran, seluruh pegawai sudah dapat memanfaatkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan hari raya.
“Mewakili para ASN, kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah atas kepedulian terhadap hak-hak pegawai,” tambahnya.
Manfaat ekonomi ini tidak hanya dirasakan oleh para pegawai, tetapi juga meluas hingga ke para pedagang di Pasar Sarimalaha.
”Alhamdulillah, menjelang lebaran pasar sangat ramai. Pendapatan kami meningkat drastis dibanding hari biasanya,” ungkap salah seorang pedagang di Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore.
Sektor transportasi pun kecipratan berkah. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tidore, Amir Suleman, mengonfirmasi adanya lonjakan aktivitas angkutan umum.
”Pendapatan para sopir menjelang lebaran ini meningkat tajam. Jika dipresentasekan, kenaikannya mencapai 70 hingga 80 persen,” pungkas Amir. (Red)










