TIDORE – Masyarakat Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, nampaknya belum melupakan peryataan Calon Walikota Tidore Kepulauan, Nomor Urut 2 Samsul Rizal Hasdi yang bernada menyudutkan dan menghina suku sangir di Oba saat meyampaikan pidato di Kelurahan Mereku, dua tahun lalu yakni pada tanggal 23 September 2022.
Meski, kasus ini sudah dihentikan oleh kepolisian Polresta Tidore. Peryataan Samsul Rizal masih melekat diingatan masyarakat Kecamatan Oba, seperti yang diungkapkan oleh Rahmat salah satu Tokoh Pemuda Kecamatan Oba.
“Peryataan Samsul Rizal dengan nada rasisme kepada warga sangir di Kecamatan oba, secara terbuka pada acara silaturahmi bersama masyarakat Kelurahan Mareku, Kota Tidore Kepulauan, Jumat 23 November 2022 silam, masih sangat melekat di ingatan kita,” ungkap Rahmat
Sebagaimana peryataan Samsul Rizal dalam video berdurasi 2,05 menit yang viral di media sosial dengan kalimat yang terkesan melecehkan warga Sangir yang ada di Wilayah Oba.
“Jadi kalau mau kaco (kacau), mau keto (mabuk) dan lain-lain, di Oba jangan di Tidore pak, jangan di Tidore Bu, di Oba. Di sini (Tidore) negeri para auliya di sini negeri tarekat, di sini negeri adab, jangan kotori, kalau mau kotori sana di Sanger Sanger sana, di Oba sana,” terang Rahmat sambil menunjukan video viral Syamsul dengan nada lantang di Facebook maupun grup WhatsApp.
Lanjut Rahmat, dengan kekesalan masyrakat Oba kepada Samsul Rizal sampai sampai mengingatkan agar jangan menginjakan kaki ke Kecamatan Oba.
“Saya sebagai putra oba melihat sendiri bagaimana masyarakat oba terus menerus meneriakkan ketidak sabaran mereka akan kedatangan Syamsul di oba dengan nada kesal, waktu pencabutan nomor urut di KPU Kota Tidore Kepulauan,” ujar Rahmat
“Sekalipun negara kita menganut sistem demokrasi yang memberikan ruang kepada siapapun untuk menyampaikan visi-misi secara terbuka selaku calon walikota, namun selama kasus dugaan rasis terhadap masyarakat oba belum terang dan jelas maka di sarankan kepada Syamsul Rijal agar tidak turun untuk kampanye di daratan oba,” lanjut Rahmat
Hal tersebut saya sampaikan bukan sebagai ancaman melainkan mengajak Syamsul Rizal agar dapat mempertimbangkan siklus politik yang makin hari kian memanas, sehingga dapat terjaganya keseimbangan sosial dan tidak terjadinya konflik horizontal maupun keretakan sosial di masyarakat oba. Tutup Rahmat. (Red)










