Jakarta- Sebanyak sembilan pelajar dari berbagai Sekolah SMA, SMK, MA di Provinsi Maluku Utara, menghadiri pelaksanaan Kongres Rohani Islam (Rohis) Nasional I yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, dari 12–15 November 2025.
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia, H. Raffi Farid Ahmad, yang menghadiri Kongres Rohis Nasional I tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, cerdas, tangguh, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Dalam sesi motivasinya H.Raffi Farid Ahmad menegaskan bahwa bangsa Indonesia tengah menaruh harapan besar kepada generasi muda tidak kurang dari 64 juta jiwa yang akan menjadi motor penggerak pembangunan dalam 25 hingga 45 tahun ke depan.
Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi memang penting, namun moral dan akhlak harus menjadi filter utama dalam menata arah masa depan Indonesia.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah senjata untuk bersaing, tetapi moral adalah kompas untuk menjaga arah. Generasi muda Indonesia harus siap menghadapi masa depan dengan mental dan moral yang kuat,” ujar Raffi Farid Ahmad.
Raffi Farid Ahmad juga menyinggung pentingnya membangun kesadaran sosial di kalangan pelajar untuk menahan diri dari perilaku negatif, terutama perundungan (bullying). Ia menyoroti peristiwa tragis yang sempat terjadi di salah satu SMA di Jakarta, di mana tindakan bullying berujung pada kekerasan di antara siswa.
“Kejadian itu harus menjadi pelajaran berharga. Anak muda Indonesia harus mampu menahan diri, menghargai sesama, dan berani berkata tidak terhadap bullying,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Raffi Farid Ahmad juga membagikan pengalaman hidupnya yang inspiratif. Ia bercerita bagaimana pada usia 14 tahun, dirinya harus bekerja keras membantu ekonomi keluarga di tengah keterbatasan. Namun, semangat dan tekad kuat membuatnya bisa bangkit dan sukses hingga kini.
Selain itu, Kepala Bidang Pendidikan Islam (Pendis) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Yamin Tjokro, yang hadir di lokasi kongres juga memberikan motivasi kepada para peserta Kongres asal Maluku Utara. Di area outdoor Hotel Mercuri, H .Yamin Tjokro
H. Yamin berpesan kepada para delegasi Rohani Islam (Rohis) tidak hanya tekun belajar, tetapi juga aktif menjalin silaturahmi dan pertukaran pengalaman dengan peserta lain dari berbagai provinsi.
“Belajar dan beribadah adalah dua hal seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur Yamin Tjokro.
Sementara itu, Pembina Rohis Maluku Utara, Husari M. Sangaji, bersama Ketua Tim Baary Hafiz, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berharga mengikuti kongres nasional ini. Mereka memaparkan sejumlah agenda dan program Rohis pasca kongres yang akan dilaksanakan di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Program tersebut meliputi:
1. Sosialisasi Rohis di seluruh kabupaten/kota.
2. Pembentukan pengurus Rohis hingga ke tingkat SMA dan SMK.
3. Pelaksanaan PAI Fair sebagai kegiatan tahunan Kementerian Agama, sesuai arahan Sekjen Kemenag RI.
Husari juga menambahkan bahwa Kongres Rohis Nasional kali ini membawa banyak manfaat dan nilai strategis bagi pengembangan karakter generasi muda. Ia menutup dengan tiga poin refleksi penting
1. Hanya orang yang berkompetensi yang bisa berkompetisi.
2. Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya.
3. Setiap insan akan mendapatkan dua pelita — pelita hati untuk menerangi jiwa, dan pelita karya untuk menerangi dunia.
Dengan semangat tersebut, Kongres Rohis Nasional I diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pelajar dan remaja Islam Indonesia sebagai generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global. (Red)










