YOGYAKARTA – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba didampingi sejumlah perangkat daerah (OPD) menghadiri undangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (15/07/24)
Undangan UGM kepada Bupati Bassam Kasuba itu, untuk membahas dampak ekonomi dan perkembangan wilayah aktivitas pertambangan dan hilirisasi di Kabupaten Halsel.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Gajah Mada. Bupati 36 tahun itu berterima kasi atas dukungan stakeholder kampus ternama di Indonesia itu. UGM Yogyakarta dianggap memberikan perhatian yang tinggal terhadap perkembangan wilayah bagi daerah yang dipimpinnya.
Menurut Bupati, kajian yang diberikan oleh Pusat Studi Energi UGM ini menjadi input yang sangat penting agar investasi, pertambangan dan hilirisasi Halsel dapat memberi dampak positif ke masyarakat lokal Pulau Obi khususnya dan Kabupaten Halsel secara umum.
“Kajian Pusat Studi Energi UGM ini dapat menjadi input penting agar investasi pertambangan dan hilirisasi di Halsel memberi dampak positif ke masyarakat Pulau Obi khusus dan Halsel pada umumnya,” Ungkap Bassam kepada wartawan
Bassam juga mengatakan, kajian ini juga akan mengatasi dampak negatif yang mengikuti dalam berbagai kegiatan ekonomi dan investasi.
Stabilitas Pertumbuhan ekonomi di Halsel harapannya menumbuhkan kerjasama antar stakeholder dari universitas, perusahaan, dan pemerintah daerah untuk mencetak putra-pitri daerah yang professional dan memiliki kapabilitas.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Energi UGM, Prof. Sarjiya menambahkan pihaknya selau siap menjadi partner siapapun untuk menjadi bagian solusi penyediaan energi hijau dan terbarukan.
Lanjut Prof.Sarjiya, Halsel dan Pulau Obi digadang-gadang menjadi salah satu daerah dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga Pusat Studi Energi UGM Yogyakarta ini selalu siap membantu agar investasi yang terjadi di daerah memberikan multiplier effect yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.
“Pusat Studi Energi UGM Yogyakarta ini selalu siap membantu agar investasi yang terjadi di daerah memberikan multiplier effect yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” Jelas Prof. Sarjia.
Pusat Studi Energi UGM Yogyakarta juga memaparkan sejak 2016 Kabupaten Halsel terus merasakan dampak positif dari investasi pertambangan di Pulau Obi. Mulai dari PDRB yang terus meningkat, PAD mencatat dua kali lipat kenaikan sejak 2016, penurunan angka kemiskinan, dan pengangguran, sampai kenaikan upah riil atas inflasi.
Akan tetapi, pemerintah Kabupaten Halsel harus selalu aware atas kebutuhan-kebutuhan baru untuk memenuhi progress hilirisasi ekonomi. Seperti penataan ruang, pengolahan air, limbah, kebutuhan sarana transportasi dan logistik, sampai harmoni sosial antara penduduk logal dan pendatang.
Karena itu, social engineering harus jadi concern pemerintah daerah agar tidak jadi pergesekan sosial yang menjadi potensi konflik di masa depan.
Setelah pemaparan kajian, dari PSE UGM rombongan bupati dan kepala OPD diajak berkeliling UGM mengendarai mobil listrik. Mobil listrik yang harapannya menjadi mobil sehari-hari masyarakat yang produksi baterainya berasal dari Pulau Obi, Kabupaten Halsel.(red)










