TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Masa Persidangan II Tahun 2025 di Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan, Rabu (29/4/2026).
Rapat tersebut berfokus pada agenda Penyampaian Catatan dan Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kama, rapat ini dihadiri oleh 19 dari 25 anggota legislatif. Turut hadir jajaran Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Komitmen Selaras dengan Pusat
Dalam pidatonya, Wali Kota Muhammad Sinen menegaskan komitmen Pemkot Tidore Kepulauan untuk menyelaraskan langkah dengan Pemerintah Pusat, khususnya terkait Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja negara.
”Kebijakan efisiensi anggaran 2025 adalah langkah berani yang krusial untuk menciptakan tata kelola keuangan negara yang lebih sehat. Kunci keberhasilannya terletak pada transparansi, pengawasan ketat, serta kemampuan memprioritaskan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” ujar Muhammad Sinen.
Ia menambahkan bahwa kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola keuangan serta memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, efisiensi bukanlah hambatan, melainkan pemicu inovasi.
Re-Mapping Program Strategis
Wali Kota mengakui bahwa kebijakan efisiensi ini berdampak langsung pada aktivitas pemerintahan di tahun awal RPJMD 2025-2029. Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Tidore akan melakukan re-mapping atau pemetaan ulang program strategis.
Sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata akan menjadi prioritas utama sebagai lokomotif ekonomi lokal. Dengan memperkuat infrastruktur di sektor-sektor tersebut, diharapkan muncul lapangan kerja baru yang nantinya bermuara pada peningkatan PAD.
Jamin Layanan Dasar Tetap Optimal
Meski tengah melakukan pengetatan anggaran, Muhammad Sinen memastikan bahwa akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan dasar tidak akan terganggu.
”Efisiensi belanja akan diformulasi secara proporsional untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan kualitas SDM. Kami pastikan standar pelayanan dasar tetap optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak menjadikan momentum efisiensi ini sebagai titik balik untuk membangun struktur keuangan daerah yang lebih sehat dan tangguh.
”Saya optimis, dengan komitmen bersama, Kota Tidore Kepulauan mampu mencapai target pembangunan meskipun di tengah keterbatasan fiskal. Kita tetap bergerak menuju visi: Terwujudnya Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman, Ramah, Maju, dan Berkelanjutan untuk Semua,” pungkasnya.










