SOFIFI — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, yang juga bertindak sebagai Pembina Posyandu, menghadiri kegiatan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di Posyandu Kecamatan Oba Utara. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para kader dan kaum ibu untuk mencintai serta merawat rupiah melalui penerapan metode 5J.
Kegiatan edukasi CBP Rupiah Posyandu ini terselenggara atas kerja sama Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Tim Penggerak PKK, Posyandu, serta Komunitas Gamalama (Gerakan Mama-Mama Peduli dan Cinta Mata Uang Rupiah). Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Oba Utara, Kamis (8/10/2026).
“Jadi, ibu-ibu, sebagai alat pembayaran yang sah, edukasi CBP Rupiah ini sangat penting. Ada tiga nilai utama yang ditekankan, yaitu Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah. Selain itu, ada aturan merawat rupiah dengan metode 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan di-staples, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi,” jelas Rahmawati.
Rahmawati menambahkan, kaum ibu umumnya berperan sebagai pengelola keuangan di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai CBP Rupiah ini sangat penting untuk dikuasai. Ia juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara yang telah menggelar sosialisasi serupa di beberapa titik di Kecamatan Oba Utara.
“Oleh karena itu, kami berharap kepada Deputi Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara agar tidak bosan-bosan untuk terus bekerja sama dengan PKK dan Posyandu. Kami berharap kegiatan edukasi CBP Rupiah ini dapat diperluas ke kecamatan, kelurahan, dan desa lainnya di Kota Tidore Kepulauan,” harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Sirtalya J. Rando, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai warga negara yang baik, penting bagi masyarakat untuk memahami keaslian uang rupiah, terlebih saat hendak bepergian ke luar negeri di mana nilai tukar mata uang sangat penting untuk dikenali.
“Sebagai pengelola uang rupiah, mama-mama harus paham keasliannya. Rasa menghargai rupiah juga harus tertanam agar tidak merusaknya. Biaya pencetakan uang itu tidak murah; jika uang sudah terlalu lusuh dan rusak, maka akan dimusnahkan. Karena itu, mari kita jaga bersama agar uang rupiah tidak mudah rusak,” ajak Sirtalya.
Sirtalya menambahkan, Bank Indonesia secara berkala menggalakkan sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kecintaan, pemahaman, dan kebanggaan masyarakat terhadap mata uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus merawatnya agar dapat dikelola dan digunakan dengan baik.










Copyright © 2024 Famili Setia Media - Published by