TIDORE – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, serta memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Sofyan Saraha, saat membacakan sambutan Wali Kota pada Upacara Pembukaan Seleksi Paskibraka Tingkat Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026. Acara berlangsung khidmat di Aula Perpustakaan Daerah, Senin (20/4/2026).
“Paskibraka adalah simbol kehormatan, kebanggaan, dan tanggung jawab besar dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepada adik-adik peserta, ikutilah seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Sofyan.
Ia juga berpesan agar para peserta menjadikan seleksi ini sebagai ajang pembelajaran untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama tim. Sofyan berharap tim seleksi dapat menjaring putra-putri terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas serta semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan, Muslihin, melaporkan bahwa seleksi awal dilakukan pada 32 sekolah tingkat SMA sederajat di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan. Fokus sasaran seleksi adalah siswa-siswi kelas X.
Dari tahap awal tersebut, terjaring 80 peserta yang terdiri dari 35 putra dan 45 putri.
“Para peserta ini kemudian akan diseleksi kembali untuk dikerucutkan menjadi 36 orang (19 putra dan 17 putri) yang akan bertugas di tingkat Kota Tidore Kepulauan. Selanjutnya, peraih peringkat 1, 2, dan 3 terbaik putra-putri akan dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Maluku Utara hingga tingkat Nasional,” jelas Muslihin.
Seluruh peserta dijadwalkan menjalani serangkaian tes ketat, meliputi:
Wawasan Kebangsaan
Tes Kesehatan & Parade
Peraturan Baris-Berbaris (PBB)
Kesemaptaan (Fisik)
Tes Kepribadian dan Wawancara
Tim penguji terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), tenaga medis RSUD Tidore, serta internal Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan.










