Rabu, 28 Oktober 2026
Gamalama Citra Media
Advertisement Banner
  • Hukum
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Pemerintah
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Hukum
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Pemerintah
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Berangkat Tanpa Skill, Pulang Jadi Mekanik: Cerita Mulyono dan Pemuda Obi di Harita Nickel

Teras Matubu oleh Teras Matubu
19 April 2026
di Berita, Daerah, Halsel
0
Berangkat Tanpa Skill, Pulang Jadi Mekanik: Cerita Mulyono dan Pemuda Obi di Harita Nickel
22
Dilihat
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

OBI- Beberapa bulan lalu, Mulyono La Hasima belum pernah memegang alat berat. Kini, ia berdiri di workshop tambang Pulau Obi, Halmahera Selatan, memeriksa sistem kelistrikan alat berat yang menjadi bagian dari operasional produksi.

Pemuda asal Desa Soligi itu kini bekerja sebagai Auto Electrician di Harita Nickel, peran yang dulu bahkan tidak pernah ia bayangkan.

“Dulu saya belum punya skill. Tapi sekarang sudah bisa ikut perawatan dan perbaikan alat,” ujarnya.

Perubahan itu terjadi dalam waktu relatif singkat. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Mulyono sempat berada di fase yang umum dialami banyak anak muda di daerah yakni tanpa keterampilan khusus yang bisa langsung membawa ke dunia kerja.

Kesempatan itu datang ketika ia mengikuti Mechanic Talent Pool Program (MTPP), pelatihan intensif selama lima bulan yang dirancang oleh Harita Nickel untuk menyiapkan tenaga kerja lokal masuk ke industri pertambangan.

Di sana, Mulyono mulai dari dasar. Mengenal komponen mesin, memahami sistem kerja alat berat, hingga belajar disiplin dan standar keselamatan yang menjadi fondasi pekerjaan di tambang. Semua hal yang sebelumnya terasa asing, perlahan menjadi rutinitas.

“Awalnya memang sulit, karena semuanya baru. Tapi lama-lama terbiasa. Ilmu dari pelatihan sangat membantu, jadi lebih percaya diri,” tegasnya.

Kini, ia tidak lagi sekadar belajar. Ia terlibat langsung dalam pekerjaan sehari-hari, mulai dari melakukan pemeriksaan rutin, membantu perbaikan, hingga memastikan alat berat tetap berfungsi.

Cerita Mulyono juga dialami Yislam Meidira. Pemuda asal Desa Laiwui itu kini bekerja sebagai Heavy Equipment Repair Mechanic, membantu mekanik senior dalam menangani perawatan dan perbaikan alat berat.

Di usianya yang masih muda, Yislam tidak menyangka pelatihan yang ia ikuti akan berujung pada pekerjaan. “Senang. Awalnya kira cuma training, ternyata setelah itu lanjut kerja. Dulu tidak punya skill, sekarang sudah dilatih dan bisa bekerja,” ungkapnya, bangga.

Bagi Yislam, perubahan itu bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kesempatan yang sebelumnya tidak banyak tersedia. “Sekarang jadi punya arah,” ujarnya singkat.

Para peserta MTPP umumnya datang dengan latar belakang serupa yakni minim pengalaman dan tanpa keterampilan teknis yang siap pakai. Dalam waktu lima bulan, mereka dibentuk untuk mengenal dunia kerja yang sesungguhnya.

Pelatihan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di workshop, berhadapan langsung dengan alat dan situasi kerja nyata. Pendekatan ini membuat transisi dari pelatihan ke pekerjaan menjadi lebih mulus.

Direktur Operasional Harita Nickel, Younsel Evand Roos, mengatakan program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja lokal.

“MTPP tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga menyiapkan peserta agar siap bekerja sesuai standar industri,” ujarnya.

Program ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halmahera Selatan, Daud Djubedi, menilai inisiatif seperti ini penting untuk membuka akses kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

“Ini menjawab kebutuhan industri sekaligus memberi peluang bagi masyarakat,” katanya.

Bagi Mulyono, perubahan yang ia alami tidak hanya soal pekerjaan, tetapi juga cara memandang masa depan.

“Kalau punya skill, kita punya lebih banyak pilihan. Di mana pun, kita bisa berusaha,” ujarnya.

Di Pulau Obi, perubahan itu kini mulai terlihat perlahan, tetapi nyata. Dari pemuda-pemuda yang berangkat tanpa keterampilan, menjadi tenaga kerja yang mulai mengambil peran di industri.

Program seperti MTPP menjadi salah satu jalannya. Di sisi lain, inisiatif lain seperti program vokasi PELITA juga terus berjalan, kini memasuki angkatan kelima, dengan pelatihan mulai dari operasi alat berat hingga bahasa Mandarin dan servis AC.

Bagi perusahaan, ini adalah bagian dari upaya membangun tenaga kerja lokal yang siap berkembang bersama industri. Namun bagi Mulyono dan kawan-kawannya, maknanya lebih sederhana: mereka berangkat tanpa skill, tapi kini pulang dengan membawa pekerjaan dan masa depan yang mulai mereka bangun sendiri.(Red)

Tags: Harita NickelLokalMekanikMulyonoPemuda ObiTenaga Kerja
Advertisement Banner
Berita Sebelumnya

Pemkot dan DPRD Tidore Bahas Investasi Glamping Bobocabin untuk Genjot PAD

Berita Berikutnya

Staf Ahli Wali Kota Tidore Lepas 27 Jemaah Haji Keluarga Mareku Tahun 2026

Teras Matubu

Teras Matubu

TerkaitPostingan

TP PKK Kota Tidore Kepulauan Borong Sejumlah Juara di Ajang HKG ke-54 Tingkat Provinsi Maluku Utara
Berita

TP PKK Kota Tidore Kepulauan Borong Sejumlah Juara di Ajang HKG ke-54 Tingkat Provinsi Maluku Utara

27 Oktober 2026
Kontingen TP PKK Tidore Ikuti Seminar Parenting Shahnaz Haque di Rangkaian HKG Malut 2026
Berita

Kontingen TP PKK Tidore Ikuti Seminar Parenting Shahnaz Haque di Rangkaian HKG Malut 2026

23 Oktober 2026
Wali Kota Tidore Kepulauan Terima Penghargaan di Peringatan Hari Santri Nasional 2026
Berita

Wali Kota Tidore Kepulauan Terima Penghargaan di Peringatan Hari Santri Nasional 2026

23 Oktober 2026
Muat lebih banyak
Berita Berikutnya
Staf Ahli Wali Kota Tidore Lepas 27 Jemaah Haji Keluarga Mareku Tahun 2026

Staf Ahli Wali Kota Tidore Lepas 27 Jemaah Haji Keluarga Mareku Tahun 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Berita

Implementasi KUHP Baru, Muhammad Sinen Dukung Pidana Kerja Sosial di Tidore

Implementasi KUHP Baru, Muhammad Sinen Dukung Pidana Kerja Sosial di Tidore

9 bulan yang lalu
Jaga Lingkungan dari Sampah, Pemuda dan Masyarakat Tahane Kelurahan Payahe Gelar Bakti Sosial 

Jaga Lingkungan dari Sampah, Pemuda dan Masyarakat Tahane Kelurahan Payahe Gelar Bakti Sosial 

2 tahun yang lalu

Jangan Lewatkan

TP PKK Kota Tidore Kepulauan Borong Sejumlah Juara di Ajang HKG ke-54 Tingkat Provinsi Maluku Utara

TP PKK Kota Tidore Kepulauan Borong Sejumlah Juara di Ajang HKG ke-54 Tingkat Provinsi Maluku Utara

27 Oktober 2026
Kontingen TP PKK Tidore Ikuti Seminar Parenting Shahnaz Haque di Rangkaian HKG Malut 2026

Kontingen TP PKK Tidore Ikuti Seminar Parenting Shahnaz Haque di Rangkaian HKG Malut 2026

23 Oktober 2026
Wali Kota Tidore Kepulauan Terima Penghargaan di Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Wali Kota Tidore Kepulauan Terima Penghargaan di Peringatan Hari Santri Nasional 2026

23 Oktober 2026
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi, Pemkot Tidore Susun RDTR Oba Tengah dan Bandara Sultan Nuku

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi, Pemkot Tidore Susun RDTR Oba Tengah dan Bandara Sultan Nuku

21 Oktober 2026

Famili Setia Media menyajikan informasi akurat, terbaru, dan objektif. Berkomitmen pada kualitas jurnalistik, media kami menjadi sumber berita utama bagi masyarakat Maluku.

Ikuti kami di :

Copyright © 2024 Famili Setia Media - Published by Enika

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Hukum
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Pemerintah

Copyright © 2024 Famili Setia Media - Published by Enika