Kamis, 4 Juni 2026
Gamalama Citra Media
Advertisement Banner
  • Hukum
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Pemerintah
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Hukum
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Pemerintah
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi

Teras Matubu oleh Teras Matubu
28 April 2026
di Berita, Budaya, Daerah, Halsel, Nasional
0
Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi
1
Dilihat
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

HALSEL – Deru mesin speedboat memecah keheningan pagi di Pelabuhan Panji Baru, Desa Kawasi, Pulau Obi. Kapal motor bernama Akelamo Jaya itu melaju mantap menuju Bacan. Bagi pemiliknya, Madina Jouronga (55), kapal tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol transformasi hidup yang bermula dari sebuah keputusan besar: menjual lahan.

​“Speedboat ini saya beli dari hasil pembebasan lahan di Akelamo. Saya beri nama itu agar selalu ingat asalnya,” tutur Madina.

​Dulu, Madina menggantungkan hidup sepenuhnya pada hasil kebun. Kini, ia bersama sang anak mengelola usaha transportasi laut. Sekali jalan, ia mampu meraup laba bersih sekitar Rp10 juta. Dalam sebulan, omzetnya bisa menembus angka Rp40 juta. Baginya, peralihan profesi ini terjadi tanpa tekanan.

​“Perusahaan tidak memaksa. Saya menjual karena mereka butuh, dan saya pun setuju untuk menjual,” ungkapnya lugas.

​Kisah serupa dialami Nur Eneng Rahmat (33). Di permukiman baru Kawasi, ia kini sibuk mengelola bisnis rumah kos. Antara tahun 2022 hingga 2024, Nur Eneng beberapa kali melakukan proses pembebasan lahan dengan pihak perusahaan.

​“Prosesnya diawali dengan tim perusahaan yang datang memberi penjelasan. Lahan diukur bersama dengan pemilik lahan yang berbatasan, lalu harga dinegosiasikan hingga mencapai kesepakatan,” kata Nur Eneng.

​Proses yang terbuka dan melibatkan pemerintah desa tersebut membuahkan hasil nyata. Uang hasil penjualan lahan ia putar kembali untuk membangun rumah tinggal, kendaraan, dan mengembangkan bisnis indekos. Saat ini, ia mengelola 10 kamar kos dengan tarif Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan, dan sedang menyiapkan ekspansi hingga 30 kamar.

​“Di sini nilainya lebih tinggi. Menurut saya ini bukan ganti rugi, tapi ganti untung,” selorohnya.

​Pengalaman warga Kawasi ini seolah menepis narasi miring mengenai ketidakterbukaan proses pembebasan lahan oleh Harita Nickel. Pola yang sama juga dirasakan warga Desa Soligi, seperti Siti Aminah (52). Ia merelakan lahannya untuk pembangunan bandara tanpa merasa terintimidasi.

​“Perusahaan menawarkan, tapi kalau kami tidak mau jual, tidak ada paksaan. Jadi, ini murni karena kesepakatan,” jelas Siti.

​Meski sempat berat hati melepas kebunnya, Siti melihat pembangunan bandara sebagai peluang emas bagi kemajuan desa. Kini, hasil penjualan lahan tersebut telah berwujud rumah permanen dan sebuah kios usaha.

​Senada dengan Siti, Ade Ahmad (50) juga memanfaatkan kompensasi lahan untuk investasi jangka panjang: membangun rumah, biaya pendidikan anak, hingga tabungan naik haji.

​“Manfaatnya besar bagi saya. Insya Allah, saya berangkat haji tahun 2028,” ucap Ade penuh syukur. Bagi warga Soligi, kehadiran bandara bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jembatan menuju kesejahteraan yang lebih baik.

​Komitmen Transparansi Perusahaan

​Menanggapi testimoni warga, Land Data Management & Advocacy Manager Harita Nickel, Ary Pratama, menegaskan bahwa perusahaan memegang teguh prinsip transparansi dalam setiap pembebasan lahan. Seluruh tahapan dipastikan berjalan sesuai prosedur hukum dan melibatkan para pemangku kepentingan.

​“Pembebasan lahan dilakukan secara transparan dan berdasarkan kesepakatan bersama tanpa paksaan. Masyarakat diberi pemahaman sejak awal mengenai proses, nilai, hingga mekanisme pembayaran,” tegas Ary.

​Bagi warga Kawasi dan Soligi, pembebasan lahan telah menjadi titik balik penting. Sebuah transisi dari cara hidup lama ke peluang ekonomi baru. Di laut, Akelamo Jaya terus membelah ombak; di darat, kamar-kamar kos mulai penuh terisi. Di antara keduanya, tumbuh sebuah masa depan yang dibangun di atas dasar kesepakatan dan harapan.

Tags: BukanLahanPenyerobotanSoligiSuaraWarga Kawasi
Advertisement Banner
Berita Sebelumnya

Cegah Kekerasan Perempuan, Ketua TP PKK Tidore Ajak Warga Aktif Melapor dan Saling Peduli

Berita Berikutnya

Pastikan Data Tepat Sasaran, Pemkot Tidore dan BPS Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

Teras Matubu

Teras Matubu

TerkaitPostingan

Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG
Berita

Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG

2 Juni 2026
Idul Adha 1447 H, Harita Nickel Berbagi Semangat Kurban dan Kebersamaan
Berita

Idul Adha 1447 H, Harita Nickel Berbagi Semangat Kurban dan Kebersamaan

27 Mei 2026
Jelang Hari Raya Idul Adha, DWP Kota Tidore Kepulauan Serahkan Bantuan Hewan Kurban
Berita

Jelang Hari Raya Idul Adha, DWP Kota Tidore Kepulauan Serahkan Bantuan Hewan Kurban

26 Mei 2026
Muat lebih banyak
Berita Berikutnya
Pastikan Data Tepat Sasaran, Pemkot Tidore dan BPS Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

Pastikan Data Tepat Sasaran, Pemkot Tidore dan BPS Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Berita

Kota Tidore Raih Penghargaan Dari Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara 

Kota Tidore Raih Penghargaan Dari Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara 

2 tahun yang lalu
Pimpin Kota Tidore 2 Periode, Walikota Dan Wakil Walikota Berhasil Perjuangkan Ribuan Honorer Menjadi PPPK

Pimpin Kota Tidore 2 Periode, Walikota Dan Wakil Walikota Berhasil Perjuangkan Ribuan Honorer Menjadi PPPK

1 tahun yang lalu

Jangan Lewatkan

Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG

Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG

2 Juni 2026
Idul Adha 1447 H, Harita Nickel Berbagi Semangat Kurban dan Kebersamaan

Idul Adha 1447 H, Harita Nickel Berbagi Semangat Kurban dan Kebersamaan

27 Mei 2026
Jelang Hari Raya Idul Adha, DWP Kota Tidore Kepulauan Serahkan Bantuan Hewan Kurban

Jelang Hari Raya Idul Adha, DWP Kota Tidore Kepulauan Serahkan Bantuan Hewan Kurban

26 Mei 2026
Pemkot Tidore Siap Dukung Program KKN Tematik Literasi Universitas Khairun

Pemkot Tidore Siap Dukung Program KKN Tematik Literasi Universitas Khairun

22 Mei 2026

Famili Setia Media menyajikan informasi akurat, terbaru, dan objektif. Berkomitmen pada kualitas jurnalistik, media kami menjadi sumber berita utama bagi masyarakat Maluku.

Ikuti kami di :

Berita Terbaru

Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG

Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG

2 Juni 2026
Idul Adha 1447 H, Harita Nickel Berbagi Semangat Kurban dan Kebersamaan

Idul Adha 1447 H, Harita Nickel Berbagi Semangat Kurban dan Kebersamaan

27 Mei 2026

Kategori Berita

  • Berita (374)
  • Bisnis (4)
  • Budaya (17)
  • Daerah (714)
  • DPRD (7)
  • Ekonomi (4)
  • Halsel (50)
  • Halteng (12)
  • Hukum (25)
  • Iklan (1)
  • Kriminal (5)
  • Nasional (47)
  • Olahraga (8)
  • Pemerintah (34)
  • Pendidikan (15)
  • Peristiwa (8)
  • Politik (91)
  • Polri (2)
  • Semua Berita (15)
  • Sula (5)
  • Taliabu (3)
  • Teknologi (5)
  • Ternate (30)
  • Tikep (575)
  • TNI (8)
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Terkini, Akurat & Terpercaya

Copyright © 2024 Famili Setia Media - Published by Enika

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Hukum
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Pemerintah

Copyright © 2024 Famili Setia Media - Published by Enika