TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tidore untuk terus beradaptasi di era digital dan memperkuat perannya, terutama dalam mendukung komunikasi kebencanaan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Tidore Kepulauan melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, saat membuka secara resmi Musyawarah Lokal (Muslok) ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan di Kawasan Kuliner Tugulufa, Sabtu (18/7/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi dari pemerintah daerah kepada keluarga besar ORARI Tidore yang berkomitmen menjaga eksistensi organisasi dan menghidupkan kembali peran amatir radio di tengah perkembangan zaman. Ia tidak menampik bahwa ORARI sempat menghadapi tantangan berat akibat pesatnya perubahan teknologi komunikasi.
“Pergeseran pola komunikasi masyarakat serta adanya masa kevakuman aktivitas organisasi di beberapa daerah menjadi tantangan nyata yang harus kita jawab bersama,” ujar Abdul Hakim.
Oleh karena itu, momentum Muslok ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi yang kuat, penyusunan program kerja yang realistis, serta wadah untuk memilih kepengurusan baru yang progresif.
Di era digital, Abdul Hakim menekankan bahwa radio amatir tidak boleh hanya dipandang sebagai alat komunikasi konvensional. Lebih dari itu, ORARI harus bertransformasi menjadi wadah pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi SDM, serta sarana pengabdian masyarakat.
“Kemampuan komunikasi radio tetap memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, terutama dalam kondisi darurat ketika jaringan komunikasi umum (seluler) terputus. Di sinilah peran vital ORARI dalam mendukung komunikasi kebencanaan perlu terus diperkuat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Abdul Hakim berpesan kepada seluruh anggota ORARI Tidore untuk selalu menjaga profesionalisme, disiplin dalam penggunaan frekuensi, serta menjunjung tinggi etika komunikasi. Kepada jajaran pengurus yang akan terpilih, ia meminta agar segera melakukan revitalisasi organisasi dan merangkul generasi muda.
“Dorong regenerasi dengan melibatkan generasi muda, serta hadirkan kegiatan nyata yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.










